Dovizioso Tak Menyangka Bisa Jadi Pembalap MotoGP

JEREZ – Di dalam tiga musim terakhir, pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, tetap finis sebagai runner-up Kejuaraan Dunia MotoGP. Meski Dovizioso mengaku kesal karena selalu gagal meraih menyelenggarakan juara, namun ia mengungkapkan bahwa bisa tampil di MotoGP sekadar sudah menjadi hal yang tumbuh baginya.

Dovizioso menuturkan bahwa sejak kecil ia telah tertarik dengan dunia balap mesin grand prix. Ketika itu, dia melihat deretan pembalap muda berbakat seperti Loris Capirossi, Marco Melandri, dan tentunya Valentino Rossi. Dovizioso tidak memungkiri kalau ketika itu ia ingin bisa tampil hebat seperti para pembalap tersebut.

Kendati demikian, Dovizioso tak pernah berpikiran kalau ia bahan tampil di kelas premier perlombaan dunia balap motor grand prix. Pasalnya, Dovizioso merasa kalau dirinya hanyalah orang biasa dan ideal untuk tampil di Kejuaraan Negeri MotoGP terlalu besar untuknya.

Baca juga: Tatap MotoGP Spanyol 2020, Dovizioso: Harus Terbiasa dengan Cuaca Panas

Andrea Dovizioso

“Saya tak akan pernah berpikir suatu hari mencapai Kejuaraan Dunia. Bagi kami itu terasa terlalu besar, apalagi pada tahun-tahun itu. Ada Capirossi, Melandri, dan Valentino yang muncul di Kejuaraan Dunia dengan usia masih sangat muda, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya, ” ujar Dovizioso, mengutip dari Tutto Motori Web , Rabu (15/7/2020).

Meski kini Dovizioso telah berstatus sebagai pembalap bintang, namun pria asal Italia itu enggan bersikap jemawa. Menurutnya, ia masihlah orang biasa. Sedangkan yang membuatnya terlihat sebagai bintang adalah televise karena terus-menerus menyorotnya dan membicarakannya.

“Televisi membuat Anda menjadi bintang, namun kami adalah orang normal. Jadi anak-anak, setiap akhir pekan ana menggunakan sepeda mini dengan orang tua kami yang menghabiskan kekayaan dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Orang tidak boleh lupa asal-usulnya, ” jelas Dovizioso.

(Ram)