Dayang Ungkap Penyebab Kekalahannya dari Gregoria di Final PBSI Home Tournament

JAKARTA – Pebulu tangkis putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa menjuarai PBSI Home Tournament. Pasalnya di partai final, Ananda harus menyerah di tangan seniornya, yakni Gregoria Mariska Tunjung.

Dalam pertandingan yang berlaku di latihan Pelatnas Cipayung tersebut, Putri gagal mengulangi keberhasilannya melalap Gregoria pada babak penyisihan Perserikatan M. Sebab di laga tersebut Putri benar-benar berada di bawah teknanan Gregoria.

Kelebihan pengalaman Gregoria sendiri nampak tepat dalam pertandingan tersebut. Ya, Gregoria berhasil memaksimalkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Putri. Set pertama beradu antara Gregoria melawan Putri sendiri berakhir dengan skor 21-10.

Putri Kusuma Wardani

Di set kedua, Gregoria mampu melindungi ritme permainannya. Sejumlah pukulan dengan dilepaskan Gregoria acap kali menghasilkan Putri kesulitan. Pebulu tangkis berumur 20 tahun tersebut pun alhasil mampu menyudahi perlawanan Putri di set kedua dengan skor 21-10.

Putri sendiri alhasil angkat suara soal kekalahannya sebab Gregoria di final PBSI Home Tournament. Putri mengakui bahwa Gregoria terlihat lebih siap untuk melakukan partai puncak turnamen yang digelar oleh induk bulu tangkis Indonesia tersebut.

Baca Juga: Tumbangkan Putri, Gregoria Jago PBSI Home Tournament

“Kak Gregoria lebih jadi dan lebih mengontrol jalannya pertunjukan ini (final PBSI Home Tournament). Sedangkan saya seperti hanya menerima-menerima saja, ” ungkap, Putri, seolah-olah dilaporkan oleh badmintonindonesia. org, Minggu (26/7/2020).

“Tidak seperti di pertemuan sebelumnya (pada sesi penyisihan grup M PBSI Home Tournament), kali ini saya lebih hati-hati dan tidak begitu merasakan yakin dengan permainan saya tunggal, ” tuntas pebulu tangkis berusia 18 tahun tersebut.

(Ram)